Gerakan Pilah Sampah Disosialisasikan di Pulau Tidung
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu terus menggencarkan sosialisasi Gerakan Pilah Sampah kepada masyarakat. Kali ini, sosialisasi diadakan di RPTRA Tidung Ceria, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
"Jenis-jenis sampah serta cara pengolahannya"
Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta yang terdiri dari ketua dan pengurus RT/RW, pengurus Jumantik, Posyandu, Dasawisma, PKK, serta perwakilan kelurahan dan kecamatan.
Gerakan Pemilahan Sampah Dibarengi Infrastruktur dan Edukasi WargaKepala Seksi Peran Serta Masyarakat dan Penaatan Hukum Suku Dinad LH Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan upaya mendorong masyarakat agar mulai melakukan pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
"Melalui kegiatan ini kami memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis-jenis sampah serta cara pengolahannya agar masyarakat dapat mulai memilah sampah sejak dari rumah," ujarnya, Selasa (12/5).
Riza menjelaskan, peserta diberikan pemahaman mengenai pengelompokan sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu, termasuk tata cara pengelolaan yang tepat untuk masing-masing jenis sampah.
"Kami juga menggelar kegiatan serupa di wilayah Kelurahan Pulau Panggang. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah," terangnya.
Ia berharap, semua warga di Pulau Tidung dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah secara konsisten di rumah guna mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
"Semoga setelah kegiatan ini, seluruh warga Pulau Tidung sudah melakukan pemilahan sampah di rumah sehingga sampah tidak lagi seluruhnya dibawa ke Bantar Gebang," harapnya.
Sementara itu, salah seorang warga RW 03, Kelurahan Pulau Tidung, Fauzi mengaku mendukung program tersebut karena dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih, Pulau Tidung merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kepulauan Seribu.
Ia menilai, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan itu dapat memperkuat penyebaran edukasi pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
"Saya berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mulai membiasakan memilah sampah dari rumah," tandasnya.